close

Lolos Pra PON, Dua Atlet Binaraga DKI Tatap Medali di Papua

Diposting pada 18 Aug 2019

KONIDKI – Pengprov PABSSI (Persatuan Angkat Besi, Berat dan Binaraga Seluruh Indonesia) DKI Jakarta berhasil meloloskan sedikitnya dua atletnya pada Pra PON XX/Papua yang berlangsung di GOR Tri Lomba Juang sebelah gedung GOR Pajajaran, Bandung, Ahad 18 Agustus 2019.

Kedua atlet tersebut adalah Sahri yang turun di kelas 70 kilogram dan Slamet Junaidi pada kelas 60 kilogram. Sementara itu, Rudi Ramadan yang naik panggung di kelas 75 kilogram gagal mencapai lima besar alias tak berhasil masuk final sehingga tak bisa diboyong ke Papua tahun depan.

“Memang sangat berat bagi Ramadan bersaing di kelas 75 kilogram. Sebab di sana ada Iwan Samurai, jawara binaraga Asia Tenggara asal Papua yang kini memperkuat Sumatera Barat. Tahun lalu, Iwan juara pertama Binaraga di Thailand,” ujar Harry Poernomo, Ketua Umum Pengprov PABSSI DKI Jakarta.

Menurut Harry yang saat memberikan keterangan di depan pintu masuk GOR Pajajaran didampingi pengurus KONI DKI Jakarta Susanto Hasny, keberhasilan dua atletnya itu sudah diprediksi sebelumnya. Sebab dia memang selalu berjaya di kelasnya. 

“Sahri misalnya, dia meraih perunggu pada PON XVI/Jawa Barat. Adapun Junaidi mendapatkan emas di PON yang sama,” jelasnya.

Sahri ketika ditemui usai ditetapkan sebagai salah satu atlet yang lolos ke PON XX/Papua tampak semringah. “Alhamdulillah, saya lolos. Tapi target saya menjadi juara pada final hari ini,” kata Sahri, 42 tahun.

Pria yang dikarunia tiga putri ini mengaku sengaja berlatih keras menghadapi Pra PON XX/Papua sejak bulan puasa lalu. Selain latihan fisik, Sahri juga diet ketat untuk tidak makan dan minum yang berakibat pada berat badannya bertambah. “Bahkan saat lebaran semua orang menikmati hidangan lezat untuk merayakan idul Fitri, saya memilih minum sekedarnya agar beban badan tidak naik,” ungkapnya.

Rahasia lain yang diungkapkan Sahri agar lolos Pra PON adalah melakukan persiapan panjang dengan cara berlatih keras _indoor_ dan _outdoor_. “Latihan _indoor_ kadang-kadang membosankan sehingga saya selingi latihan _outdoor_ dengan cara bersepeda selama 1-2 jam setiap hari. Semua itu saya lakukan agar lolos ke PON XX/Papua dan meraih medali untuk tim DKI Jakarta,” tegasnya.

Perjalanan Pengrov PABSSI DKI Jakarta masih panjang untuk membuktikan sebagai tim terbaik pada PON XX/Papua tahun depan. KONI DKI Jakarta, tentu saja, mengharapkan mereka menjadi salah satu tim yang akan menjadi tulang punggung penyumbang pundi-pundi emas. Semoga.(choi)