close

Prioritas Pelatda Cabor Perorangan, Hidayat: KONI DKI Terus Persiapkan Diri Hadapi PON XXI Aceh-Sumut

Diposting pada 14 Jun 2022

KONI DKI - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi DKI Jakarta menyatakan siap dalam menyambut PON XXI Aceh-Sumut tahun 2024 mendatang. Kesiapan itu ditunjukkan dengan menggelar pembahasan persiapan pelaksanaan Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) untuk 61 cabang olahraga (cabor).

Rapat Pelatda dilaksanakan selama dua hari, mulai hari ini, Selasa 14 sampai Rabu 15 Juni 2022 di ruang Binpres Gedung KONI Provinis DKI Jakarta. Rapat ini dihadiri oleh semua pengurus Provinsi Cabor DKI.

"Ada 61 cabor yang akan diseleksi pada lapis satu dan dua, mulai calon atlet dan calon pelatih. Proses seleksi akan dilakukan secara terbuka, objektif, jujur, adil dan tidak diskriminatif," ujar Ketua KONI Provinsi DKI Jakarta Dr. Hidayat Humaid, MPd di Jakarta, Selasa (14/6/2022).

“Setiap cabor diwakili dua orang pengurus dari Pengprov cabor, baik ketua umum atau sekretaris umum dan pembinaan prestasi,” katanya.

Dalam Pelatda ini, Hidayat menyampaikan sejumlah kriteria dalam pelaksanaan seleksi pencalonan atlet dan pelatih Pelatda DKI menuju PON PON XXI di Aceh-Sumut 2024. Untuk calon atlet Pelatda DKI, calon atlet harus sehat jasmani dan rohani, direkomendasikan oleh Pengprov cabor, berdomisili di DKI dengan bukti KTP dan KK, memiliki prestasi pada pertandingan olahraga tingkat nasional atau internasional tahun 2021.

Kemudian, memiliki data prestasi individu yang sama dengan data prestasi atlet tingkat nasional dan internasional. Memiliki kriteria usia sesuai aturan cabor, memiliki komitmen dan motivasi yang tinggi mengikuti program Pelatda, memiliki jiwa nasionalisme dan patriotisme. Selanjutnya, mengikuti dan memiliki data hasil seleksi yang dikeluarkan Pengprov Cabor dan KONI DKI.

Dan bagi calon atlet berprestasi di tingkat nasional atau internasional, dapat mengikuti seleksi Pelatda DKI yang difasilitasi oleh KONI DKI. Masih kata Hidayat, untuk calon pelatih Pelatda PON, pelatih harus memiliki kompetensi sertifikat dan pengalaman sebagai pelatih pada tingkat nasional atau internasional. Juga memiliki kecakapan ilmu pengetahuan olahraga dan dapat mengimplementasikan keilmuan dalam penyusunan program latihan.

Syarat lain, tidak dalam bekerja sama melatih di luar atlet DKI, memiliki prestasi atlet pada pertandingan olahraga tingkat nasional atau internasional, memiliki komitmen dan motivasi yang tinggi mengikuti program pelatda, memiliki jiwa nasionalisme dan patriotisme.

Sementara Ketua Bidang Pembinaan Prestasi Atlet KONI DKI Jakarta Khaeroni menambahkan, demi efisiensi anggaran, dalam Pelatda nanti tetap prioritas cabor yang perorangan. "Untuk Pelatda nanti, kita prioritaskan yang perorangan peraih dulu. Ini demi efisiensi anggaran KONI DKI Jakarta," imbuh pria yang kini ambil doktor olahraga tersebut. 


Sumber : Lampu Hijau